Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mindfull

Covid di Edin

 21.45 BST My head is hurting. The right half due to covid. My throat is itchy, ready to cough. I have only started to read "Lelaki-lelaki tanpa perempuan" by Haruki Murakami. As mba Visya's flat mates, Claire(?), Murakami's books are oddly dreamy. I found it recently that his books are very weird. I mean the plot. What would you think if your partner cheat on you several times? Would you confront them or end the relationship? The answer for that question is do nothing, if you consult with one of the characters in the novel. They are absurd. But life isn't absurd. Life is just meaningless. Absurdity gives life a meaning. To being absurd and odd.  During my self-isolation, I watched many movies. Some of them are rewatch. I am starting to watch hobbit movies, hence maybe LOTR chronicles later. I rewatched the Imitation Game. ... Sorry I take a break to the washroom. I am just a mere man. Now I can't write anything. Yea, I like to watch near/post-apocalypse movie...

Segelas Iced Green Tea Latte di Masa Wabah

     Pagi ini sesudah meneguk segelas air, aku tarik kursi ke hadapan piano digital yang baru dua hari lalu sampai ke kosanku. Piano ini dikirim dari rumahku di Jambi. Dua bulan lebih berada di kosan menguras mentalku hingga merasa bosan dengan segala sesuatu. Karena itu pula timbul keinginan  untuk bermain piano, selain untuk menghilangkan kebosanan hitung-hitung aku bisa berlatih piano secara serius sekarang.       Setelah piano dihidupkan, aku melakukan pemanasan jari dengan bermain satu oktaf tangga nada dengan dua tangan, variasi The Virtuoso Pianist, dan pemanasan yang berfokus pada tangan kiri. Pemanasan-pemanasan tersebut baru saja aku pelajari. Aku mempelajari piano secara otodidak, hanya melalui youtube. Meskipun sebenarnya aku cukup terbantu oleh kemampuan bermain gitar ketika SMA dulu.      Seusai pemanasan, aku memainkan lagu Soldier's Poem dari band Muse. Lagu ini bercerita mengenai apa yang tentara pikirkan saat sekar...

Void

"Never thought Bokura Minna Kawai-sou would leave me this big void in my heart" Selama kurang lebih empat hari saya menamatkan "Bokura Minna Kawai-sou". Saya begitu terserap ke dalam manga bergenre slice of life, komedi, dan romance ini. Bukan hanya cerita yang ringan diikuti, sifat unik masing-masing karakter, serta banyolan yang sukses membuat saya senyum-senyum sendiri, manga ini meninggalkan pesan-pesan yang mungkin sering luput kita pikirkan ketika menjalani kehidupan sehari-hari. Contohnya bagaimana Usa begitu berusaha keras untuk mengenal dan dikenal Ritsu, bagaimana Ritsu sadar bahwa Usa telah sangat berusaha keras untuknya, dan yang paling heart-breaking adalah ketika Yoko ingin kembali tinggal di dorm namun secara tegas ditolak oleh Sumiko. Sumiko khawatir apabila Yoko kembali tinggal di dorm, ia akan kembali mengulang masa lalu. Kegemilangan cerita yang dimiliki manga ini, sesuai dengan quotes yang saya tulis di awal tulisan, menyisakan kehampaan bes...

Intinya, Aku Tidak Mengenalnya

Suasana kantin yang tidak begitu begitu ramai, entah kenapa pikirku. Padahal setiap jumat siang biasanya sumpek dipenuhi mahasiswa dari berbagai jurusan, walaupun mayoritasnya selalu saja mahasiswa Bisnis atau Teknik Industri. Aku menyantap ayam geprek dengan suasana hati yang sama sekali tidak baik. Di hadapanku ada teman baikku, kami makan tanpa berbicara sedikit pun. Aku rasa dia sebenarnya tahu bahwa suasana hatiku sedang buruk, walau tanpa mengetahui alasannya. Suasana hatiku memang sering sekali buruk saat bersamanya. Meski begitu, bukan berarti dia penyebabnya. Karena penyebab sebenarnya justru berada di belakang teman baikku ini, tepat di sudut penglihatanku,  perempuan yang sedang duduk dan makan siang bersama adik perempuannya. Sejujurnya aku tidak begitu mengenalnya, tidak tahu apakah adiknya itu merupakan adik satu-satunya atau ada yang lain. Iya, tentu itu bukan suatu hal yang penting. Tapi intinya, aku tidak mengenalnya.

Romantisisasi Segelas Green Tea Blended Cream

Baru saja aku menemukan spot menyenangkan untuk menyeruput Green Tea Blended Cream with Whipped Cream di kota ini. Selain menyenangkan, tentu saja tempat ini aku manfaatkan untuk menyendiri sambil mengisi kembali energi selama seminggu ke belakang. Begitu banyak hal terjadi dalam kurun waktu 7 hari saja. Entah karena memang banyak hal yang terjadi atau hanya dalam pikiranku saja. Minggu lalu dimulai setelah kegiatan malam keakraban unit yang memuat begitu banyak interaksi sosial. Aku suka berinteraksi dengan banyak orang, namun permasalahannya mudah bagiku merasa lelah apabila terlalu lama berada di situasi semacam itu. Selama 5 hari berkuliah, beberapa kali kelelahan itu juga mendapatiku. Akan tetapi bentuknya bisa lebih parah karena sering ditunggangi perasaan-perasaan lain seputar self-judgement. Sampai di saat berinteraksi dengan dia , segala pikiran negatif terkait diri sendiri meluap menenggelamkan akal sehatku. Pikiran-pikiran seperti "siapa aku?, sehingga berani-b...

Relationship

"Even after I said that I don't have time for this. Eventually, I will come back, won't stop thinking about you - not only you but my relationship as a whole" Pikiran yang sejenak terbesit dalam otak tadi dengan cepat kuketik dan kusimpan di notes telepon genggam. Setelahnya membuatku bertanya, apakah memang separah itu aku menginginkan sebuah hubungan? Meskipun awalnya hubungan yang terpikirkan berupa hubungan romantis, tampaknya dapat diperluas ke definisi hubungan lain seperti pertemanan, persahabatan dan keluarga. Sesaat setelah aku berpikir untuk tidak lagi membuang waktu dan hanya berfokus pada studi / riset, rupanya ada kehendak lain yang berusaha membuatku sadar. Tidak mungkin aku yang manusia mengabaikan hubungan dengan orang-orang di sekitar. Meskipun sampai saat ini aku merasa tak memiliki hubungan yang cukup baik dengan orang-orang, kalaupun berhubungan paling cuma sebatas urusan kelas, tugas, dan mungkin organisasi.  Hubungan tentu menja...